10 Cara Komunikasi Efektif Dengan Anak

Cara Komunikasi Efektif Dengan Anak

 

Cara Komunikasi Efektif Dengan Anak  | Setiap keluarga mendambakan kehidupan harmonis, baik bersama pasangan hidup dan juga buah anak mereka. Namun di zaman moder sekarang ini, banyak terlihat orang tua baik ayah ataupun ibu sangat sibuk dengan pekerjaannya dan mengejar karier mereka sendiri sehingga sering menitipkan anak kepada orang lain.

Sebenarnya meminta bantuan kepada orang lain dalam mengasuh anak tidaklah salah, namun bagi orang tua yang terlalu sibuk hingga taka ada waktu sedikitpun untuk bercanda atau bahkan memberikan perhatian kepada anak yang semuanya dilimpahkan kepada sang pengasuh, maka cara itu sangatlah tidak benar. Orang tua seperti contoh berikut beranggapan bahwa mereka terlalu sibuk untuk masa depan anak juga. Namun apakah mereka tau apa yang dibutuhkan anak-anak saat ini? yaitu perhatian orang tua.

Apabila anak-anak jauh dari perhatian orang tua maka anak-anak akan tumbuh tidak akan sesuai dengan harapan orang tua. Yang lebih parahnya, anak-anak akan jauh dari orang tua mereka. Mereka akan cendrung lebih senang terbuka dan berkomunikasi dengan pengasuhnya ketimbang orang tuanya sendiri.

Salah satu masalah yang sering terlupakan oleh para orang tua adalah menjaga komunikasi dengan anak mereka. Komunikasi yang berjalan dengan lancar akan membuat anak-anak merasa selalu diperhatikan orang tua mereka sehingga keharmonisan akan selalu tumbuh. Anak-anak yang dibesarkan dengan keluarga bahagia umumnya akan membentuk anak menjadi karakter yang bertanggung jawab dan percaya diri, serta penyayang terhadap orang tua maupun orang lain.

cara komunikasi efektif dengan anak

cara komunikasi efektif dengan anak

Bagi anda yang mendambakan anak seperti ini namun anda masih kesulitan menjalin komunikasi dengan anak, berikut beberapa tips dalam membangun komunikasi yang efektif dengan anak, diantaranya:

  1. Jadilah pendengar yang baik

Ketika anak anda sedang bercerita, usahakan jadilah pendengar yang baik sehingga anak anda merasa anda benar-benar tertarik mendengar ceritanya. Tanyakan kepada mereka tentang kegiatan di sekolah. Jangan mengalihkan pembicaraan anak.

  1. Merespon dengan baik

Usahakan anda dapat merespon percakapan anak anda dengan baik sehingga anak menjadi lebih nyaman berkomunikasi dengan anda. Anda juga dapat bercerita dengan anak anda tentang menu masakan yang telah anda sediakan.

  1. Berikan waktu anak untuk merespon

Anda juga dapat memulai komunikasi dengan anak anda dengan menceritakan hal-hal menarik seperti cerita tentang anak yang pintar dan sholeh, bercerita tentang ayah, dan lain-lain. Setelah anda bercerita berilah waktu untuk anak memberikan tanggapannya tentang cerita anda sehingga anak merasa anda benar-benar sangat menghargai respon anak. Selain itu anak akan belajar memberikan tanggapan yang baik.

  1. Berbicara dengan tenang dan jujur

Para orang tua menjadi contoh bagi anak-anaknya. Tenangkan hati ketika berbicara dengan anak. Hindari terlalu banyak mengomel yang hanya akan membuat anak merasa bosan dengan omelan anda.

Usahakan agar pembicaraan anda memang suatu kebenaran. Ketika anda berusaha berkata jujur dan anak dapat membuktikan sendiri perkataan anda, dari sinilah akan tertanam sifat jujur anak. Jangan selalu menakut-nakuti anak dengan suatu kebohongan seperti “ada hantu” yang hanya akan membuat mental anak menjadi penakut dan pembohong.

  1. Mengontrol anak

Dunia televisi dan internet sudah tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita, tanpa terkecuali anak-anakpun juga sudah diperkenalkan dunia teknologi oleh lingkungan rumah maupun sekolah.

Sebagai orang tua yang baik, usahakan agar apa yang anak anda kerjakan di rumah yang berhubungan dengan teknologi, hendaknya selalu terkontrol dan dalam pengawasan anda. Sambil anda mengajaknya berbicara, anda bisa menjelaskan  dampak baik buruknya. Anda juga dapat memperkenalkan suatu nama benda ataupun binatang dan tumbuh-tumbuhan yang sedang anak tonton. Sehingga anak bisa memahami antara menonton acara yang bermanfaat ataupun yang tidak. Jangan melepas anak begitu saja. Sifat anak yang polos membuat anak mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar.

  1. Berkomunikasi dengan sederhana

Hindarilah kata-kata atau bahasa tubuh yang rumit yang membuat anak menjadi bingung dan sulit memahami maksud anda. Gunakanlah kata-kata yang sederhana yang membuat anak lebih memahami maksud anda. Misalnya ketika anak anda salah bertindak, tiba-tiba anda mendiamkan dan bermuka masam terus kepadanya. Hal ini hanya akan membuat anak anda sangat jauh dari anda.

Buatlah anak-anak merasa selalu aman jika berkomunikasi dengan anda. Apapun yang anak anda ceritakan kepada anda, baik itu pengalaman baik ataupun buruk hindarilah menyalahkan anak anda.

  1. Menghargai prestasi anak

Apapun yang anak lakukan selama masih batasan yang baik, usahakan agar anak selalu mendapat pujian dari anda hati anak menjadi senang. Jangan pelit memberikan pujian kepada anak anda sehingga anak merasa diperhatikan oleh anda. Jika anda mengalami kegagalan, berusahalah untuk selalu menghiburnya.

  1. Mengatakan sesuatu dengan lebih positif

Anda mungkin tipe orang tua yang sering menggunakan intonasi yang keras. Hindarilah hal tersebut karena akan membuat anak menjadi takut dan akhirnya tidak percaya diri dengan anda. Anda bisa mengganti dengan kata-kata dan intonasi yang lembut seperti “kalo kamarnya dirapikan akan lebih rapi dan nyaman, sayang”. Anda juga bisa mencurahkan rasa sayang anda dengan selalu mengatakan “ibu tambah sayang padamu nak”.

  1. Tidak malu untuk meminta maaf

Tidak selamanya kesalahan datang dari anak. Orangtua pun sering melakukan kesalahan kepada anaknya. Segeralah meminta maaf kepada anak anda apabila anda berbuat kesalahan. Jangan malu dan merasa gengsi. Sifat meminta maaf kepada anak jika melakukan kesalahan, akan membuat anak bersikap rendah hati dan mudah meminta maaf serta memaafkan.

  1. Mengajak anak berdiskusi

Jika anda sedang mengalami masalah dalam keluarga anda, berilah sedikit ruang untuk anak anda menanggapi dan memberikan respon positif terhadap masalah anda sehingga anak merasa bahwa ide mereka sangat anda butuhkan.

Namun apabila masalahnya tidak memungkinkan anak anda untuk ikut didalamnya, sebaiknya anda jangan membicarakan masalah anda didepannya yang hanya membuat anak anda menjadi pendengar saja dan menjadi beban mentalnya.

Itulah 10 Cara Komunikasi Efektif Dengan Anak  yang dapat anda lakukan dalam berkomunikasi yang baik dengan anak anda. Komunikasi merupakan cara terbaik dalam mencurahkan rasa kasih sayang anda terhadap buah hati anda. Semoa bermanfaat.

10 Cara Komunikasi Efektif Dengan Anak | Dwi Hendarti | 4.5