9 Kesalahan Dalam Mendidik Anak Bag. 2

Artikel ini adalah kelanjutan dari kesalahan dalam mendidik anak bagian 1. Berikut ulasan selanjutnya mengenai kesalahan dalam mendidik anak:

4. Membiasakan anak hidup berfoya-foya dan sombong

Membiasakan anak untuk hidup mewah dan berfoya-foya akan membuat sikap anak menjadi sombong dan suka bersenang-senang dengan kemewahan. Hal seperti ini akan membuat sifat anak menjadi tidak peduli terhadap orang lain, sehingga akan merusak fitrah anak dan membunuh sikap istiqomah anak akan silaunya harta dunia. Walaupun keadaan orang tua mampu, sebaiknya para orang tua tetap mengontrol keadaan anak. Ajarkan hidup sederhana sehingga anak tumbuh menjadi anak yang bisa menghargai diri sendiri dan orang lain

5. Terlalu keras dan kaku dalam menghapi anak

Ketika anak berbuat kesalahan, kemarahan orang tua membuat mereka ringan tangan dan memukul anaknya secara berlebihan hingga anak menjadi memar, mencaci maki mereka, membentak ataupun melakukan aktifitas keras lainnya. Hal demikian akan semakin membuat anak tidak menyadari kesalahannya dan justru akan semakin brontak dan jauh dari anda.

kesalahan dalam mendidik anak

kesalahan dalam mendidik anak

6. Terlalu pelit pada anak

Terkadang ada juga para orang tua yang terlalu pelit terhadap anaknya sehingga kebutuhan anak tidak terpenuhi. Hal demikian dapat mendorong anak-anak untuk mencari uang sendiri tanpa memperdulikan apakah uang tersebut halal atau haram. Seperti misalnya mencuri, meminta-minta kepada orang lain, atau lain sebagainya.

7. Terlalu memberikan prasangka baik

Ini keadaan yang juga berbahaya. Sebagian orang tua selalu berprasangka baik kepada anak, dimana tidak pernah memperdulikan anaknya bergaul dengan siapa, apa saja aktivitas yang dijalankannya bersama teman-temannya. Pemberian kepercayaan penuh tanpa control akan memberikan dampak buruk pada perkembangan anak. Disaat anak tertimpa masalah seperti melakukan pergaulan bebas dan terjerat minuman keras, merokok, ataupun narkoba, maka orang tua akan merasa kaget dan sebisa mungkin memberikan pembelaaan serta pemaafan kepada anak.

8. Sedikit menyayangi anak.

Kesibukan pekerjaan membuat anak terlantar kasih sayangnya. Hal ini jika berlarut, maka anak akan mencari kasing sayang di luar. Baik itu dengan teman sejenis ataupun lawan jenis. Kurangnya waktu untuk mendengar keluhan ataupun curhatan anaklah yang membuat mereka lebih suka dengan kasing sayang diluar. Keterpurukan yang akan terjadi jika mereka salah memilih teman, maka hal negatif yang akan didapat dan akhirnya anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang membahayakan.

9. Selalu mengedapankan kebutuhan jasmani.

Tidak sedikit orang tua yang menjadikan kebutuhan jasmani sebagai tolak ukur kebahagiaan anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menjadian anak-anaknya tidak kalah dengan teman sejawatnya, sehingga semua kebutuhan jasmani anak selalu menjadi prioritas. Padahal pendidikan agama yang baik, kasih sayang serta moral yang baik adalah alat utama agar anaknya bisa berkembang dengan baik dan terarah. Kebutuhan jasamani juga baik tapi tidak boleh berat sebelah, sehingga psikologis dan pendidikan spiritualnya selalu terjaga. Kalau jasmani selalu menjadi prioritas tidak menutup kemungkinan anak akan menjadi tidak terkontrol dan salah arah.

Demikian 9 kesalahan dalam mendidik anak yang mungkin ada beberapa hal yang selama ini tetap kita kerjakan secara sengaja atau karena ketidaktahuan kita. Semoga dengan artikel ini kita menjadi tersadar dan merubah beberapa hal negatif yang terkadang menurut kita  itu baik untuk anak, padahal secara tidak langsung menjerumuskan masa depannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah semangat kita untuk menjadi orang tua yang lebih baik dan selalu siap memberikan pendidikan terbaik untuk anak tercinta.

9 Kesalahan Dalam Mendidik Anak Bag. 2 | Dwi Hendarti | 4.5