Macam-Macam Siklus Menstruasi Pada Wanita

Macam-Macam Siklus Menstruasi

 

Macam-Macam Siklus Menstruasi | Hampir seluruh wanita yang menginjak masa remaja pasti mengalami yang namanya menstruasi sehingga masa menstruasi tidak asing lagi bagi para wanita. Hanya saja keluarnya darah menstruasi bisa secara teratur ataupun tidak.

Menstruasi merupakan perubahan fisiologis wanita yang terjadi secara berkala akibat oleh hormone FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Hal ini ditandai dengan keluar darah rutin setiap bulannya melalui vagina. Menstruasi biasanya terjadi pada anak mulai dari usia 9 – 16 tahun, tergantung dari tingkat kesehatan, nutrisi, dan berat badan. Mestruasi akan berhenti ketika wanita berumur 40 – 50 tahun (fase monopouse).

Darah menstruasi yang keluar umumnya berlangsung 2 – 8 hari. Siklus menstruasi yang dialami wanita adalah saat usia produktif. Pada saat wanita mengalami menstruasi, dinding rahim akan mengalami peluruhan, yang mana terjadi setiap bulan. Hal ini dikarenakan terjadinya pembersihan rahim karena pembuluh darah kelenjar dan  sel yang tidak dibuahi.

Selama masa produktif, terkadang para wanita mengalami gejala-gejala diantaranya; keram pada bagian  perut dan vagina, tubuh lemas, demam, perut mulas, mual, dan panas, sakit kepala dan pusing, nyeri saat buang air kecil, emosi meningkat, radang pada sekitar area payudara, bau badan tidak sedap, muncul jerawat, radang pada vagina, dan suara kurang menarik.

macam-macam siklus menstruasi
macam-macam siklus menstruasi

Gangguan di atas diakibatkan oleh adanya kontraksi otot-otot halus rahim yang dikendalikan oleh interaksi hormone yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar di bawah otak depan, dan indung telur (ovarium). Namun, gejala-gejala di atas tidak terjadi pada semua wanita, karena jenis dan berat pada wanita berfariasi setiap bulannya.

Bagi para wanita, siklus menstruasi bisa terjadi secara normal dan tidak normal.

Siklus Normal

Siklus haid normal dapat dihitung dari pertama menstruasi hingga menjelang menstruasi bulan selanjutnya. Siklus yang normal biasanya terjadi setiap 28 hari. Akan tetapi pada wanita remaja perubahan siklus menstruasi dapat sering terjadi dan masih dianggap pada masa normal. Silus haid normal dipengaruhi oleh praovulasi yang akan berubah setiap bulannya dan berbeda pada setiap wanita.

Pada siklus normal, wanita akan mengalamii 3 fase utama, diantaranya sebagai berikut:

  1. Fase menstruasi, berlangsung selama 2-8 hari dimana selaput rahim dilepaskan hingga terjadi pendarahan dan hormone-hormon ovarium berada pada kadar paling rendah.
  2. Fase proliferasi, yaitu fase dimana terjadi pertumbuhan dari dua fungsional untuk mempersiapkan rahim tempat janin. Pada fase ini akan diawali dengan tumbuh kembalinya endometrium yang akan terjadi padahari ke 12 – 14.
  3. Fase rekresi, yaitu fase sesudah adanya ovulasi dimana hormone progesterone akan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap menjadi tempat janin kerahim.

  Siklus Tidak Normal

Bagi wanita yang mengalami pendarahan sampai 35 hari, maka darah yang keluar bukan tergolong darah menstruasi karena normalnya wanita mengalami menstruasi normal hanya sekitar 2 – 8 hari dan darah yang dikeluarkan sekitar 30 – 80 ml.

Fase menstruasi yang tidak normal diantaranya:

  1. Polymoenorrhea, dimana pada kasus ini wanita lebih sering mengalami masa menstruasi, yaitu sekitar 2 – 3 minggu sekali.
  2. Mettorrhagia, kasus dimana pada kasus ini ditandai dengan datangnya menstruasi yang tidak teratur, yaitu sekitar 3 – 6 minggu sekali.
  3. Oligomenorrhea, dimana pada kasus ini siklus menstruasi tidak teratur dan tidak dapat diprediksi kelluarnya darah menstruasi hingga mengakibatkan wanita yang menderita harus mengenali terlebih dahulu kondisi agar mendapat perawatan lebih lanjut. Siklus ini dipicu karena adanya ketidakseimbangan hormon yang dialami pada wanita.
  4. Menorrhagia, yaitu dimana adanya pendarahan hebat yang terjadi saat menstruasi. Hal ini dipicu oleh ketidakseimbangan hormone sehingga mengakibatkan siklus menstruasi tanpa adanya ovulasi. Berbeda dengan keadaan normal, dimana sel telur dari ovarium menghasilkan progesteron. Apabila kadarnya tidak cukup maka akan mengakibatkan pendarahan saat menstruasi.

Demikian artikel singkat mengenai macam-macam siklus menstruasi. Bagi anda para wanita yang mengalami masa menstruasi yang tidak normal, sebaiknya segeralah memeriksakan diri anda kepada doker untuk berkonsultasi lebih lanjut. Sehingga apabila ada gejala-gejala penyakit yang akan timbul, tim medis dapat segera memberikan penanganan. Semoga bermanfaat (^_^)

 

Macam-Macam Siklus Menstruasi Pada Wanita | Dwi Hendarti | 4.5